SMP NEGERI 2 SINGKEP SELATAN GELAR FESTIVAL TUNAS BAHASA IBU, LESTARIKAN BAHASA DAN BUDAYA MELAYU

Singkep Selatan – SMP Negeri 2 Singkep Selatan menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat sekolah 9-10 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam melestarikan bahasa daerah dan menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap budaya Melayu. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas, keterampilan berbahasa, serta bakat seni dan sastra daerah.

Festival Tunas Bahasa Ibu kali ini menghadirkan lima cabang perlombaan, yaitu mendongeng berbahasa Melayu, menulis Arab Melayu, menulis cerpen, berpidato, dan bersyair. Setiap cabang perlombaan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan tradisi dan sastra Melayu.

Melalui perlombaan mendongeng berbahasa Melayu, siswa diajak menghidupkan kembali cerita-cerita yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal. Sementara itu, lomba menulis Arab Melayu menjadi sarana mengenalkan kembali warisan literasi masyarakat Melayu yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi.

Pada cabang menulis cerpen, peserta didik mengembangkan imajinasi dan kemampuan menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Lomba berpidato melatih keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan menyampaikan pesan secara terstruktur. Adapun lomba bersyair menjadi ruang bagi siswa untuk mengungkapkan keindahan bahasa, perasaan, dan pesan kehidupan melalui seni sastra Melayu.

Kepala SMP Negeri 2 Singkep Selatan, Mazni, M.Pd., dalam amanatnya menyampaikan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan kegiatan penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

“Bahasa ibu adalah identitas dan warisan budaya yang harus kita jaga bersama. Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu ini, kita memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengenal, mencintai, dan menggunakan bahasa Melayu dengan bangga. Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang dengan cabang perlombaan yang semakin beragam dan peserta yang semakin banyak,” ungkap beliau.

Kepala sekolah juga menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan tanggung jawab bersama keluarga, masyarakat, dan seluruh generasi muda. Oleh karena itu, kegiatan seperti FTBI diharapkan dapat menjadi bagian berkelanjutan dari pembelajaran dan pengembangan karakter peserta didik.

Penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat sekolah ini menjadi langkah nyata SMP Negeri 2 Singkep Selatan dalam mendukung pelestarian bahasa Melayu serta memperkuat identitas budaya lokal. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan membangun rasa bangga terhadap bahasa ibu.

Dengan semangat “Bahasa Ibu, Identitas Kita”, SMP Negeri 2 Singkep Selatan berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang mendukung pelestarian bahasa dan budaya daerah agar tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bahasa Melayu dijaga, budaya dilestarikan, generasi muda dibanggakan.

SMP Negeri 2 Singkep Selatan
Melestarikan Bahasa, Merawat Budaya, Membangun Generasi Berkarakter.